“ SEPOTONG SURGA DI BUMI “

Berkunjung ke tempat wisata Pangandaran, perlu strategi khusus untuk bisa menikmati semua keindahan dite1pndmpat ini, apalagi untuk kita seorang Backpacker yang mempunyai waktu terbatas. Salah perhitungan tentu saja rugi dan akan banyak mengeluarkan uang.

Berangkat dari Jakarta di terminal Kalideres sekitar jam 5 sore, saya berdua dengan teman berangkat menuju Pangandaran. Waktu perjalanan panjang tidak terasa ketika kita berjalan pada malam hari, bus melaju dengan kencang dan kita bisa tertidur dengan pulas.

Pagi menjelang, riuh di terminal Pangandaran membangunkan saya untuk segera beranjak, jarak pantai Pangandaran barat dari terminal Pangandaran tidaklah jauh, Cuma waktu 20 menit jalan kaki atau 15 menit menggunakan becak dengan biaya 20 ribu. Tapi saya lebih menikmatinya dengan berjalan2pnd kaki setelah mengisi perut di warung makan tradisional diprapatan lampu merah, harganya murah 10 ribu udah kenyang plus nambah.

Rute hari pertama diPangandaran, saya mengunjungi Pantai Pangandaran Barat yang sudah terkenal dalam lagunya kang doel sumbang ‘sisi laut pangandaran”, beruntung dan menjadi tips untuk anda yang ingin kemari, datanglah pada hari biasa jangan pada hari libur untuk mendapatkan suasana pantai yang sepi, asri dan begitu romantis. Pantai Pangandaraan hari itu sepi sekali, yang ada hanya nelayan bersama perahunya, penyewa kuda hilir mudik yang sesekali menawarkan kepada kami.

Lelah di pantai, saya memutuskan sewa motor seharga 100 ribu yang banya disewakan sepanjang pantai untuk melanjutkan tujua3pndn kami. Dengan sepeda motor kita bebas dan leluasa mau kemana, karena akses yang sulit jika menggunakan angkutan umum, rute saya adalah Green canyon.

Sepanjang jalan menuju Green Canyon kita akan melewati jalan perkampungan dipesisir pantai, pemberhentian pertama yang dilewati adalah tempat wisata Citumang yang baru saja dibuka, tempat Body Rafting ini cukup bagus, namun sayang akses jalan menuju ke dalam tempat wisata masih hancur, jalan yang hancur terbayar dengan keindahan hamparan luas pematang sawah.

Balik dari citumang, saya melanjutkan perjalanan kembali menuju Green canyon. Lagi langkah motor saya terhenti ditempat wisata Pantai Batu Hiu, siapa yang tidak kenal Pantai ini. Pantai yang memiliki batu seperi ikan Hiu ini pernah menjadi lagu hits kang doel, tempat indah sumber 4pndinspirasi.

Puas di batu hiu, motor kembali jalan. Sepanjang jalan saya adu balap dengan banyaknya bule yang berkeliaran, mungkin tujuan mereka sama Green Canyon atau pantai batu karas dimana kedua wisata ini tidak terlalu jauh. Tidak sampai 1 jam saya sudah sampai didepan Green Canyon.

Perlu diketahui Green Canyon yang awalnya disebut “Cukang Taneuh”, bahasa Sunda untuk menyebut jembatan Tanah, karena disini ada jembatan yang lebarnya 3 meter terbuat dari tanah berada di atas tebing kembar di tepi sungai. Keajaiban alam yang spektakuler ini tentu tidak akan Anda temui di tempat lain. Nama Green Canyon diyakini berasal dari seorang turis Perancis 6pndyang datang ke lokasi Green Canyon sekarang pada tahun 1993. Green Canyon terletak di DesaKertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari kota Ciamis berjarak sekitar 130 kilometer atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km.

Green Canyon begitu memikat, warna hijau arus sungai memanjakan mata saya untuk segera beraksi menuju tempat terindah aliran surga di ujung sana. Kelemahan seorang backpacker kembali diuji, untuk bisa naik perahu dikenakan biaya seharga 5 orang, sedangkan saya hanya 2 orang. Terpaksa saya harus menunggu dan mencari teman untuk bisa naik dengan harga murah.

Registrasi selesai perahu jalan melewati Pemandangan dramatis, dari sisi tebing yang begitu indah berbalut warna hijaunya pepohonan dan birunya air sungai, akan semakin terasa ketika perjpnddalanan Anda mulai memasuki `gua` di antara pepohonan yang menggantung.

Perjalanan Anda di Green Canyon Pangandaran akan berujung di mulut gua batu yang merupakan tempat pemberhentian perahu. Bila tertarik menikmati keindahan gua, Anda bisa masuk ke dalam gua yang terbuka. Di dalamnya, Anda akan menyaksikan pemandangan stalatit dan stalakmit yang cantik diiringi merdunya suara percikan-percikan air terjun mini.

Wisata Green Canyon menyajikan keindahan alam luar bisa, indahnya begitu alami dan benar-benar karunia Tuhan yang luar biasa. Waktu akan berjalan begitu lambat ditempat ini, mata tidak akan sanggup untuk berkedip sebentar saja, dan mulut tidak mampu tert5pndutup rapat. Beginilah gambaran keindahan yang saya lihat di Green Canyon. Berkunjunglah dan nikmati sendiri keindahan yang sudah saya rasakan, dan saya mohon kepada pihak pengelola untuk menurunkan harga, dan ikut memikirkan untuk kami para Backpacker kantong pas-pasan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah biaya. Karena di sini tidak ada ATM, sebaiknya Anda membawa uang tunai yang cukup. Perahu adalah satu-satunya transportasi dari dermaga menuju Green Canyon dan perahu ini bisa disewa seharga Rp 125.000,-untuk 6 orang. Jika Anda ingin berenang Anda akan dikenakan biaya tambahan 100 ribu per menit.

Inilah keindahan Indo10pndnesia yang harus tetap kita jaga, terus jalan dan telusuri keindahan di Negeri ini untuk memberitahukan kepada seluruh dunia, inilah Negara kita Indonesia yang indah. Salam Backpacker.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s