Berdiri Gagah di Depan Tugu Khatulistiwa

1395996_10202643093027327_1086098205_nKalimantan, mendengar nama Provinsi itu pasti semua orang akan mengatakan Khatulistiwa. Provinsi yang berada di garis khatulitiwa ini adalah tujuan wisatawan yang ingin mengetahui ada apa di titik nol derajat Khatulistiwa, termasuk saya yang sudah penasaran.Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Hari itu panas begitu menyengat, keringat bercucuran membasahi tubuh hingga baju basah. Saya dan budi (teman) memulai perjalanan menuju Tugu Khatulistiwa dengan berpetualang naik kapal penyebarangan hingga naik angkot yang tidak jelas tujuannya dari hotel disekitar jalan Diponegoro.

1455937_10202643236710919_1983217520_nMengunjungi Tugu Khatulistiwa pada jam 12 siang memang bukan waktu yang tepat, tetapi untuk saya yang datang dari Jakarta dan mempunyai waktu singkat di Kalimantan Barat tentu tidak akan membuang waktu, selagi ada kesempatan langsung sikat.

Pagi sekitar pukul 8, saya memulai dengan mengunjungi pasar souvenir ole-ole di jalan Pattimura, Pontianak, ditempat ini banyak menjual berbagai suvenir khas Pontianak. Aneka gelang dari batu tersedia di toko ini. Mulai dari harga 5000 ribu hingga jutaan rupiah, dan juga ada yang menjual lempok durian dan stik talas.
Puas lihat-lihat alias gak beli apa-apa, saya mulai mengelilingi dari satu pasar ke pasar lainnya dan mulai bertanya arah menuju Tugu Khatulistiwa. Dengan style model turis asing bersandal jepit dan kaos, saya berdua menuju penyebrangan Siantan yang membelah sungai Kapuas dikenakan biaya Rp. 2500. Dari kapal penyebarangan kami melanjutkan menggunakan angkot berwarna kuning dikenakan tariff Rp. 3000 yang mengantarkan kami sampai ke Tugu Khatulistiwa.

Tugu khatulistiwa yang dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh warga belanda, 1454898_10202713382784527_176271461_nmenurut informasi dari petugas di Tugu sekarang Titik 0 Khatulistiwa sudah bergeser sekitar 20 meter yang ditandai dengan bangunan berbentuk tribun. Didalam Tugu juga kita bisa melihat berbagai foto dan cerita dari sejarah Tugu ini, selain itu pengunjung juga bisa melihat pemutaran video yang berisi tentang acara yang selalu diadakan ditempat ini yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September untuk memperingati Peristiwa titik kulminasi Matahari, yaitu peristiwa tidak ada bayangan jika seseorang berdiri dibawah matahari pada bulan ini.

1455010_10202713381144486_662796797_nMenjelang malam, waktu yang paling asyik menghabiskan waktu adalah minum kopi di jalan Gajah Mada, Pontianak. Ditempat ini Anda bisa menghabiskan malam dengan ratusan orang lainnya sambil menikmati berbagai macam jenis kopi yang nikmat. Salah satunya adalah kopi pancong.

Walaupun hanya singkat berkunjung ke Pontianak Kalimantan barat, namun saya tetap bangga bisa berkunjung kemari dan bisi berdiri di titik Nol Khatulitiswa. Target saya selanjutnya adalah bisa berdiri di titik nol Sabang dan Merauke. Semoga Saja tercapai.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s