Menikmati Bangunan Tua Di Kota Medan

9Pesawat baru saja mendarat di Bandara Polonia Medan, derap langkah para penumpang mulai menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju keluar. Terik matahari yang sudah tinggi, memulai perjalanan baru penuh kehangatan dan santai di kota Medan ini.

Di tengah kemacetan yang mulai terasa, kota Medan sudah berubah menjadi kota besar yang tidak berbeda dengan Jakarta. Obat macet yang ampuh adalah menikmati beberapa bangunan tua peninggalan Belanda yang ada di Kota ini, bangunan Tua peninggalan Belanda masih terawatt dengan baik walaupun ada beberapa bangunan tua itu ditempati oleh perusahan swasta atau pemerintah, seperti bangunan Tua Bank Mandiri dan Bangunan Tua Kantor Pos.

3.0Selain bangunan Tua bekas peninggalan Belanda, Anda juga harus mengunjungi Masjid Raya Medan atau Masjid Al Mashun sebagai simbol dari kota Medan yang terletak di Jl. Sisingamaraja. Masjid ini dibangun pada tahun 1906, masjid yang mempunyai bentuk arsitek khas timur tengah, india dan Spanyol ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat dan menjadi tujuan para pelancong yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Medan. Ada keterangan yang menjelaskan riwayat Masjid ini tidak jauh dari pintu gerbang masuk.

Masjid yang megah dan mewah ini menjadi sangat indah dan cantik untuk di abadikan dalam kamera Anda, setiap sudut masjid ini memiliki nilai sejarah dan keindahan yang tidak ternilai dan sangat sayang dilewatkan jika Anda berkunjung ke Kota Medan.

Tidak jauh dari Masjid Raya, berdiri gagah Istana Maimun yang berusia tidak lebih tua dari Masjid ini. Istana Maimun adalah ikon kota Medan yang terletak di Jl. Katamso. Istana ini dibangun oleh Sultan Deli pada tahun 1888. Istana ini memiliki desain interior unik, memadukan unsur-unsur Melayu dengan gaya Islam, Spanyol, India da4n Italia. Istana berwarna ke kuning-kuningan ini mempunyai halaman luas dan terdapat pelataran berbentuk bulat di bagian tengah, dari pelataran ini adalah tempat pas untuk mengabadikan keindahan Istana ini.

Usai mengunjungi Masjid Raya dan Istana Maimun, waktunya memanjakan perut dengan mengunjungi pusatnya kuliner di tengah kota Medan, tepatnya di Merdeka Walk yang berada di Lapangan Merdeka. Jaraknya tidak jauh dari Istana Maimun. Untuk mengunjungi Merdeka Walk waktu paling asyik adalah di malam hari sekitar jam 7 malam, pada jam ini muda mudi Medan keluar dan berkumpul di bangku-bangku yang dijajakan di depan rumah makan berjejer rapi di tempat ini, baik untuk makan atau hanya sekedar duduk-duduk dan mengobrol bersama teman.

7Sebelum memulai makan di Merdeka Walk, ada baiknya Anda jalan-jalan sebentar untuk melihat semua menu yang dijajakan disini. Untuk memulai Anda bisa berjalan dari Mc Donald, kemudian ke walls, Makanan Tradisonal Pandan wangi, Rumah Makan Nelayan yang menyajikan makanan Jepang dan berbagai makanan lainnya, ada juga Ayam Bakar, Sate Padang, Pizza Hut dan banyak menu lainnya. Untuk makan di tempat ini Anda harus sediakan kocek yang cukup dalam, karena ada beberapa makanan mempunyai harga cukup wow untuk ukuran Kota Medan.

Dari banyaknya menu makan yang tersedia, saya tertarik dengan Ayam Bakar, Cumi Bakar, Ayam Sambel hijau dan sayur toge di temani minuman juice terong Belanda yang banyak dijual disini. Ayam Bakar disajikan berbeda dari Ayam Bakar biasa di jual di pulau Jawa, di Merdeka Walk ini Ayam Bakar mempunyai daging empuk dan bumbu rempah-rempah yang sangat terasa, sehingga sangat gurih dan nikmat jika Ayam di tutul dengan Sambel dan kecap. Begitu juga Ayam Goreng Sambel Hijau, jika di Pulau Jawa Ayam Goreng Sambel HIjau di makan terasa bangett pedasnya, justru disini sambel hijau tidak pedas tapi tetap terasa gurihnya. Kawasan Merdeka Walk sangat cocok ketika berada di Kota Medan untuk mencoba kuliner terbaik yang ada di Kota ini, tidak sulit untuk mencarinya karena hampir semua orang Medan 1mengetahuinya.

Untuk lebih menikmati Keindahan Kota Medan yang rapi dan Bersih, mulailah dengan berjalan kaki menelusuri setiap jalan dari jalan setapak yang ada di bahu jalan, jika di Jakarta bahu jalan pasti sudah di serobot pengendara motor, tapi tidak di medan. Menikmati keindahan Kota Medan di Mulai dari Jl. Balaikota yaitu Tugu SIB dan Kantor Pos yang menempati Bangunan Tua, kemudian menuju depan Hotel JW Marriot, lalu belok kiri menuju Jl. Guru Pattimpus maka Anda akan melihat tugu air mancur dan Jam besar yang berada di tengah jalan, kedua tugu ini adalah simbol lain dari kota medan yang memiliki keindahan sangat cantik untuk di abadikan lensa Kamera. Jalan lurus sedikit kemudian belok kiri menuju Jl. Meranti, Anda bisa membeli Ole-Ole Khas Medan yang sudah terkenal sampai di Penjuru Nusantara yaitu Bolu Meranti dan Bika Ambon. Bolu Meranti dan BIka Ambon menjadi ole-ole Khas Medan yang wajib Anda beli dan bisa menjadi bukti Anda sudah pernah ke Medan.

2.1Jadi tidak perlu bingung mau kemana jika berada di Medan, setiap sudut kota ini adalah seni terindah dari peninggalan masa lalu yang tersimpan dengan baik. Selain itu banyak kuliner mulai dari Kapau, China, Melayu dan India yang banyak dijajakan setiap sudutnya. Selamat Menikmati Kota Medan.

One thought on “Menikmati Bangunan Tua Di Kota Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s