Belajar Dari Negeri Tetangga (Singapura)

Berlokasi di Asia Tenggara, Singapura mempunyai area tanah sekitar 710 kilometer persegi, menjadikannya salah satu negara terkecil di dunia dan yang paling kecil di kawasan ini yang melahirkan julukan “The Little Red Dot”.1

Dulu singapura adalah kampungnya Nelayan yang sederhana tetapi kini berubah menjadi Negara yang metropolitan yang bersih, indah dan banyak gedung tinggi yang bermunculan. Jangan sekali-kali membandingkan Singapura dengan Indonesia, karena Anda pasti akan mengurut dada dan menahan nafas panjang.

Kunjungan saya ke Singapura ini adalah yang pertama, sekaligus perdana untuk pergi ke luar negeri.

Ceritanya saya diajak Sony Mobile Indonesia untuk mengikuti proses launching Sony Experia Z di Singapura. Di undangan kunjungan ke Singapura selama 2 hari, dan proses launching diadakan pada hari ke 2.

Memandang disekitar Bandara Changi, pasti untuk warga Indonesia secara tidak sengaja akan mulai membandingkan dengan bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya sudah disinggahi. Dan jawabannya pasti sama.

Kata orang kalau ke Singapura belum ke patung Singa (merlion) belum disebut kesana. Itulah kenapa saya dan teman-teman memulai petualangan di sore hari dengan rintik gerimis yang indah di Negeri orang untuk mulai berpetualang. Dengan modal peta dari Bandara, kami berempat naik menggunakan MRT untuk menuju ke Rafless Place. Sulit sekali untuk menggambarkan bagaimana MRT ini, alat transportasi seperti kereta dibawah tanah ini, adalah kendaran super cepat dan anti macet. Kabarnya DKI Jakarta sebentar lagi mau buat juga, kalau benar-benar terealisasi saya bisa ke kantor tanpa motor ni. tidak ada macet, tidak ada angkot atau tukang ojek, semua rapi dan tertata dengan baik.

Tidak sengaja ketika menuju patung Merlion, saya melewati bawah fly over dan melihat ada restoran dan air sungai bersih tanpa sampah, senyum saya semakin melebar dan bangga sekaligus sedih. Bangga karena negara kecil ini mampu memanfaatkan semua menjadi baik, dan sedih kenapa di Negara kita masih belum bisa.

Sebenarnya patung Merlion tidak terlalu istimewa, kalau di Jakarta mungkin seperti Monas. Bosen di Merlion, kami menuju ke Garden Bay The Way atau istilah kerennya hutan buatan atau kalau di Indonesia adalah taman. Sekali lagi saya terperangah dengan ulah Negara ini, hutan buatan yang berisi berbagai pohon dari berbagai Negara ini mampu diracik dengan baik dan menghadirkan sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Rasa takjub saya belum hilang, bahkan semakin takjub ketika masuk ke gunung buatan plus dengan air terjun buatan yang dibuat sedemikian rupa menyerupai suasana asli di daerah pegunungan, disini kita bisa mendengar kicau burung, melihat kabut dan suasana dingin.

Sekali lagi saya merasa sedih dan bangga kepada Negara ini. Indonesia punya segalanya, jangankan satu gunung, kita ini punya ratusan gunung, ribuan hutan dan jutaan tempat yang menghadirkan dingin. Tetapi kenapa negara yang luas dengan berjajar pulau dan berjuta-juta tempat wisata belum menghasilkan dan mampu membantu “kemiskinan” rakyatnya.

Apakah karena Singapura kecil jadi mudah mengatur, dan karena Indonesia itu luas jadi sulit untuk mengaturnya.

Seharusnya kita banyak belajar dari Singapura yang terdekat, bukan harus study banding ke jerman, ke prancis atau ke Amerika yang makan banyak biaya. Tetapi walau bagaimana pun aku tetap cinta Indonesia, No pejabatnya. Inilah Negeri ku yang Indah.

Terima kasih Singapura dengan segala keindahan dan kerapihan yang mengajarkan banyak hal, terima kasih untuk Sony Mobile (mba ivony, mba adel, ibu ika) yang memberikan kesempatan untuk mengenal Negara lain, kapan-kapan mau ikut lagi kalau di ajak. Hehehe, terima kasih untuk teman-teman seperjalanan ( pak BFI, mas Aji, adit, iyus dan dida) yang gembira ketika tiket MRT berhasil didapatkan..hahahaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s