GunungKidul Aset Wisata Masa Depan

bjhggPerlahan tapi pasti, Gunungkidul yang terletak tidak jauh dari Yogyakarta kini mulai menjadi tujuan para wisatawan. Banyak tempat wisata menjadi Primadona dan tujuan ketika wisatawan mengunjungi daerah Yogyakarta, selama ini wisatawan mulai mengenal Pantai Baron, Pok Tunggal, Indrayanti, Goa Pindul dan beberapa pantai lainnya yang sudah lebih dulu menjadi Primadona wisata Pantai. Tapi tahukah Anda jika Gunungkidul masih menyimpan harta karun wisata lebih indah dari lainnya.

Tujuan pertama saya ke Gunungkidul adalah Pantai Seruni, banyak orang mengatakan kalau Pantai ini bagus, bersih dan masih sepi. Dan katanya dipantai ini juga terdapat sumber air tawar, sumber air tawar tersebut berada ditebing sebelah timur dan mengalir cukup deras walau kecil tetapi sebagian mengalir ke bawah menjadi air terjun kecil. Dari banyak pertimbangan inilah menjadi alasan saya untuk segera berpetualangan kembali ke GunungKidul setelah kunjungan pertama saya dulu ke Goa Pindul.

Pantai Seruni adalah salah satu tempat wisata di Gunung Kidul. Kata orang “Pantai ini memiliki view yang sangat indah dan dilengkapi dengan desiran ombak pantai yang memberikan kesan romantis bagi setiap pengunjung. Selain itu, di pantai ini, para pengunjung akan mendapatkan suasana yang tenang dan lingkungan yang masih angat alami. Sehingga, bagi Anda yang menyukai petulangan di alam sangat cocok untuk datang ke tempat ini” mari kita buktikan.

Sudah menjadi hukum Alam kalau tempat wisata masih bagus dan belum terjamah itu pasti sulit akses menuju kesananya, karena jalan yang rusak dan informasi yang belum banyak orang mengetahui, begitu juga akses menuju ke Pantai Seruni ini. Untuk mencapai kesana saya memerlukan waktu sekitar 2 jam dari Kota Yogyakarta. Karena pantai ini berada di Kecamatan Tepus, Gunungkidul, kira-kira hanya 1 km di timur Pok Tunggal.

Ketika saya sudah sampai disekitaran Pantai Pok Tunggal pandangan mata melihat jalan kecil yang tidak bisa dilalui oleh Sepeda motor atau Mobil dan hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, mau tidak mau perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki, sambil memandangi Alam sekitar. Jika Anda masih bingung, rute kepantai ini hampir sama kepantai Pok Tunggal, tetapi nanti belok kiri dan mengikuti jalanan kecil sebelum sampai dipantai Pok Tunggal. Kenapa saya tidak memilih ke Pantai Pok Tunggal saja, itu karena saya ingin menjadi beda dan dengan mengunjungi tempat wisata baru dan belum banyak orang kunjungi.

Perjalanan letih untuk menuju pantai ini terbayar luas, ketika hamparan pantai berpasir putih halus dan bersih terhampar luas dihadapan saya, inikah Pantai Seruni pantai yang mempunyai arti emas. Seperti mendulang dipertambangan emas dan inilah hasil dari perjalanan meletihkan.

Pada saat saya kemari Pantai Seruni masih tetap terjaga sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang memang sengaja menghabiskan waktu di sini. Selan itu terlihat beberapa anak muda melakukan kegiatan camping atau memancing selama berwisata di Pantai Seruni. Di atas tebing sebelah timur, pengunjung akan menemukan sumber air tawar yang akan mengalir tanpa berhenti. Sebagiannya mengalir ke bawah dan menjadi air terjun kecil yang elok dan menarik. Sungguh pengalaman luar biasa bisa menginjakkan kaki di Pantai Seruni.

Tidak lama saya berdiam diri di Pantai Seruni, menyesal memang. Tetapi karena Gunung Kidul masih menyimpan banyak tempat lainnya yang sayang untuk tidak dikunjungi jika sudah telanjur berada ditempat ini dan waktu terbatas membuat saya harus pintar merencanakan semua. Salah satu tempat baru yang patut dikunjungi adalah Embung Taman Buah Nglanggeran.

Embung sekaligus Taman Buah yang berada Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta merupakan  Waduk yang berada di atas Gunung dengan ketinggian 495 mdpl. Taman buah berada di sekitar Embung / Bendungan / Waduk kecil, dengan luas 40 Hektar, yang akan ditanami buah buahan seperti durian montong dan kelengkeng.

Lokas menuju Embung Nglanggeran tidaklah sulit, akses menuju ketempat ini sudah terkenal dengan adanya jembatan gantung dan GunungApi Purba Nglanggeran disekitaran GunungKidul, setelah masuk pintu masuk GunungApi purba terus saja ikuti jalan aspal kira-kira 400 meter sebelah kiri jalan sudah ada tanda penunjuk arahnya. Taman buah Nglanggern ini memang unik karena tempatnya berada diatas bukit dan berbeda dengan taman buah yang sudah ada diberbagai tempat didunia saat ini, tempat ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono tanggal 19 Februari 2013.

Masyarakat Desa Nglanggeran sangat antusias dan mendukung karena akan sangat berhubungan dengan pengembangan kawasan ekowisata berwawasan lingkungan bebasis masyarakat yang sudah dirintis secara swadaya oleh masyarakat. Proses pelaksanaan pembuatan kebun buah didampingi yayasan obor tani. Dan tentu saja akan banyak wisatawan datang berkunjung dan itu artinya akan ada pemasukan baru untuk masyarakat sekitarnya.

Taman buah ini ini sangat bagus untuk para pecinta foto dan buah, karena keindahan pemandangan pegunungan dan embung yg indah. Selain itu Anda juga bisa mengabadikan momen sunset dengan latar hamparan air, sungguh sulit dicari ditempat lain. Keunggulan wisata ini selain menikmati buah, wisatawan yang berada dikawasan embung dan kebun buah ini bisa menyaksikan bentangan Gunung Api Purba dan Puncaknya secara jelas, tentu saja menambah panorama alam secara sempurna dan semakin mencirikan keindahan Indonesia yang tidak dimiliki Negara lain. Jadi jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat terindah di GunungKidul ini, GunungKidul adalah Aset berharga untuk wisata masa depan disekitara Jogja ketika semua orang sudah mulai mencari alternative lain setelah Jogjayakarta. Inilah Indonesia yang tidak akan pernah habis untuk menceritakan tempat terindah lainnya. Selamat berpetualang.

 

Photo : Galang Tangguh Ramadhani

Ada Keajaiban di Belitong

hgyyKepulauan Bangka Belitung menjadi primadona pariwisata yang banyak dikunjungi saat ini, daya tarik yang begitu kuat untuk datang ke kepulauan Bangka ini tidak lepas dari suksesnya karya-karya Andrea Hirata (laskar pelangi) yang sudah diangkat ke layar lebar. Salah satu tempat  wajib dikunjungi di Kepulauan ini adalah Pulau Lengkuas. Walaupun Pulau ini tidak menjadi bagian dalam cerita, namun pulau ini menjadi  Agenda wajib untuk dikunjungi ketika berada di kepulauan bangka. Dan saya termasuk salah satu orang yang ingin merasakannya sebentar lagi.

Semilir angin begitu lembut mengusap rambut, dikejauhan terlihat pulau dengan mercusuar menjulang tinggi nampak gagah berdiri, Pulau itu adalah Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas, tempat di mana keindahan hamparan laut biru jernih bertabur batuan granit nan eksotis. Saya masih berada di Kapal setelah naik dari tanjung kelayang, butuh waktu 30 menit dari Kecamatan Sijuk untuk bisa naik Kapal dengan harga biaya 400 ribu dari harga normal 500 ribu setelah tawar menawar secara alot.

Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal untuk  melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.

Sampai di Pulau Lengkuas pandangan mata saya terus tertuju ke Pantai dan air berwarna biru dengan pemandangan ikan-ikan kecil berlarian diantara karang-karang indah yang masih sehat, sesekali tangan saya mengambil pasir begitu putih dan lembut “ ini Gula bukan Pasir” celetuk Naya (teman yang ikut menenami ke pulau ini) tidak sabar rasanya untuk menceburkan diri ke laut, tetapi rasa itu saya tahan dulu sebelum puas melihat semua isi di Pulau ini, termasuk naik Mercusuar dihadapan saya saat ini. Dan yang tidak boleh dilewatkan adalah foto narsis didepan Mercusuar Pulau .

Coba bayangkan jika belum pernah melihatnya. Pulau ini memiliki Mercusuar, di seputar pulau juga ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki. Struktur batu-batu granitnya juga unik, batu nya mulai dari berukuran sebesar meja makan, sebesar mobil sampai sebesar truk  kemudian dikombinasikan dengan pantai berpasir putih dan pepohonan. Menurut saya Pulau ini adalah karya Tuhan paling sempurna. Meski kuno, mercusuar ini masih beroperasi sampai sekarang. Menara setinggi 70 meter ini membantu navigasi kapal-kapal untuk keluar masuk Tanjung Binga. Masuk ke atas mercusuar ini tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi ada kotak sumbangan sukarela yang ditempatkan di pintu masuk.

Puas berfoto saya masuk ke Mercusuar dan wajib diperhatikan pengunjung harus melepaskan alas kaki dan mencuci kakinya di Bak. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dari Pasir yang membuat licin lantai di Mercusuar. Setiap lantai terdapat jendela menghadap laut  dengan pemandangan luar biasa, ada 18 lantai yang harus dilewati untuk bisa mencapai ke puncak. Sampai diatas mercusuar saya begitu terpukau, begitu takjub dan bersyukur masih bisa menyaksikan karya Tuhan yang begitu luar biasaa, semua keindahan ini adalah obat letih dan hadiah dari pegalnya kaki.

Keberuntungan saya dan teman-teman masih terus berlanjut. Pemilik Kapal melihat Pulau Gosong Pasir muncul ke permukaan, mereka mengajak kami untuk menikmati pengalaman yang tidak bisa dimiliki semua pengunjung, karena Pulau Gosong Pasir sering berada dibawah air ketika air pasang.

Pulau gosong adalah satu-satunya pulau pasir yang ada di Belitung. Pulau ini tak bisa disebut luas. Bahkan tak sampai semenit untuk berlari mengelilingi pulau tersebut. Pulau kecil di tengah lautan biru hanya ada pasir, pasir, dan pasir. Pantaslah disebut sebagai Pulau Pasir. Pulau aneh tapi nyata ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu. Mengingat untuk bisa menikmati pulau ini, anda harus diwaktu yang tepat, karena kadang-kadang pulau ini tampak dan timbul ketika air laut sedang surut dan sebaliknya jika airnya sedang pasang.

Sejatinya dipulau ini memang tidak ada apa-apa selain pasir putihnya. Pulau Gosong Pasir saya sebut sebagai Pulaunya rumahnya Bintang laut, bintang laut dengan mudah ditemui di pulau ini. Tak hanya di dalam air, di bibir pantai, pertemuan antara pasir dan laut pun bisa ditemukan bintang laut. Sangat mudah menemukan bintang laut di pulau ini. Dari ukuran kecil sampai ukuran yang besar, kira-kira setelapak tangan orang dewasa.

Pulau ini letaknya sangat dekat, dengan waktu sekitar 15 menit dari pantai Tanjung Kelayang. Tidak jauh dari pulau ini, saya bisa menyaksikan dan menikmati pulau lain disampingnya, yaitu pulau batu berlayar. Dan tentu saja Gradasi warna laut dari biru terang ke biru muda, menunjukkan air yang begitu bening dan dangkal. Tambahan pasir putih di dasar laut begitu jelas terlihat. Berenang santai atau sekadar mengapung di atas laut adalah kegiatan seru yang tidak boleh dilewati di Pulau kecil ini, dan tentu saja berfoto narsis bersama bintang laut jangan sampai Anda lewatkan.

Waktu berlalu dengan cepat, Pemilik Kapal sudah memanggil saya dan teman-teman untuk kembali naik Ke Kapal dan melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi tempat indah lainnya di Pulau Belitung ini, namun rasa berat untuk meninggalkan pulau kecil indah ini begitu besar dan hal itu juga bisa saya lihat dari raut wajah teman-teman yang nampak kecewa. namun perjalanan ini masih harus terus berlanjut, dan saya berjanji untuk kembali suatu hari nanti. Aku Cinta Indonesia

By : Zay dan Naya

 

Berdiri Gagah di Depan Tugu Khatulistiwa

1395996_10202643093027327_1086098205_nKalimantan, mendengar nama Provinsi itu pasti semua orang akan mengatakan Khatulistiwa. Provinsi yang berada di garis khatulitiwa ini adalah tujuan wisatawan yang ingin mengetahui ada apa di titik nol derajat Khatulistiwa, termasuk saya yang sudah penasaran.Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Hari itu panas begitu menyengat, keringat bercucuran membasahi tubuh hingga baju basah. Saya dan budi (teman) memulai perjalanan menuju Tugu Khatulistiwa dengan berpetualang naik kapal penyebarangan hingga naik angkot yang tidak jelas tujuannya dari hotel disekitar jalan Diponegoro.

1455937_10202643236710919_1983217520_nMengunjungi Tugu Khatulistiwa pada jam 12 siang memang bukan waktu yang tepat, tetapi untuk saya yang datang dari Jakarta dan mempunyai waktu singkat di Kalimantan Barat tentu tidak akan membuang waktu, selagi ada kesempatan langsung sikat.

Pagi sekitar pukul 8, saya memulai dengan mengunjungi pasar souvenir ole-ole di jalan Pattimura, Pontianak, ditempat ini banyak menjual berbagai suvenir khas Pontianak. Aneka gelang dari batu tersedia di toko ini. Mulai dari harga 5000 ribu hingga jutaan rupiah, dan juga ada yang menjual lempok durian dan stik talas.
Puas lihat-lihat alias gak beli apa-apa, saya mulai mengelilingi dari satu pasar ke pasar lainnya dan mulai bertanya arah menuju Tugu Khatulistiwa. Dengan style model turis asing bersandal jepit dan kaos, saya berdua menuju penyebrangan Siantan yang membelah sungai Kapuas dikenakan biaya Rp. 2500. Dari kapal penyebarangan kami melanjutkan menggunakan angkot berwarna kuning dikenakan tariff Rp. 3000 yang mengantarkan kami sampai ke Tugu Khatulistiwa.

Tugu khatulistiwa yang dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh warga belanda, 1454898_10202713382784527_176271461_nmenurut informasi dari petugas di Tugu sekarang Titik 0 Khatulistiwa sudah bergeser sekitar 20 meter yang ditandai dengan bangunan berbentuk tribun. Didalam Tugu juga kita bisa melihat berbagai foto dan cerita dari sejarah Tugu ini, selain itu pengunjung juga bisa melihat pemutaran video yang berisi tentang acara yang selalu diadakan ditempat ini yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September untuk memperingati Peristiwa titik kulminasi Matahari, yaitu peristiwa tidak ada bayangan jika seseorang berdiri dibawah matahari pada bulan ini.

1455010_10202713381144486_662796797_nMenjelang malam, waktu yang paling asyik menghabiskan waktu adalah minum kopi di jalan Gajah Mada, Pontianak. Ditempat ini Anda bisa menghabiskan malam dengan ratusan orang lainnya sambil menikmati berbagai macam jenis kopi yang nikmat. Salah satunya adalah kopi pancong.

Walaupun hanya singkat berkunjung ke Pontianak Kalimantan barat, namun saya tetap bangga bisa berkunjung kemari dan bisi berdiri di titik Nol Khatulitiswa. Target saya selanjutnya adalah bisa berdiri di titik nol Sabang dan Merauke. Semoga Saja tercapai.

 

 

Pulau Pantai Air Biru

6Lombok kini sudah semakin maju dan mudah diakses sejak berdirinya Bandara internasional Lombok Praya tahun 2011, Pulau Lombok dapat ditemput kurang dari 2 jam jika berangkat dari Jakarta menggunakan Pesawat. Pulau yang terkenal dengan penghasil mutiara dan madu ini berkembang dan berbenah menjadi lebih baik untuk menyambut para turis yang mulai berdatangan, untuk melihat keindahan yang ada di pulau ini, sepertinya halnya saya yang sudah tidak sabar untuk berada disana secepatnya.
Hari itu sekitar pukul 04.00 WIB pagi saya sudah berada di bandara Soekarno-Hatta, tanpa mengenakan jaket saya hanya bisa menahan dingin dan tangan mengenggam erat tiket pesawat tujuan Lombok agar tidak hilang, sesekali mata saya melirik para pengunjung yang sudah ramai di Bandara padahal waktu masih menunjukkan jam 4 pagi, luarrr biasa.

3
Berada di Pesawat pada pagi hari adalah pengalaman pertama buat saya, dari kaca jendela saya bisa melihat langit yang menguning dan awan yang bercahaya dari sinar matahari yang baru saja terbit, sementara dikejauhan terlihat Gunung Rinjani yang angkuh berdiri, salah satu gunung tertinggi yang ada di Indonesia terkenal dengan danau yang berada dipuncaknya, dalam hati saya berdoa “ semoga Allah mengabulkan do’a saya agar suatu hari dapat berdiri di puncaknya” inilah gunung impian yang sejak dulu ingin di daki.
8Saya tiba di Bandara Lombok jam 8 Pagi, kami memulai dengan mengunjungi hotel Grand Legi di Mataram yang berjarak sekitar 1 jam dari bandara. Rupanya kemarau sedang melanda Lombok, sepanjang jalan menuju Mataram sawah-sawah tandus, pohon-pohon kering dan tanah mulai retak. Kata sopir yang membawa saya “memang sudah berapa bulan ini hujan tidak turun disini”. Sesampainya di Hotel, kami check ini meninggalkan barang-barang dikamar dan mulai berangkat.
Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di Lombok, salah satunya adalah Gili Trawangan. selama ini saya hanya mendapat info dari berbagai buku, internet dan belum pernah kesana. Sebelum berangkat, sopir memberikan pilihan kepada kami mau berangkat melewati gunung atau garis pantai untuk menuju ke Gili Trawangan, akhirnya kami sepakat memilih pergi melewati jalur gunung dan kembali melewati garis pantai.
Dalam hati saya berkata “ mustahil didekat pantai ada gunung” tetapi keraguan saya terjawab sudah, jalan berkelok dan kanan kini terdapat jurang dan dibagian atas terdapat tanah yang kapan saja bisa longsor, membuat perjalanan ini menjadi semakin menarik. Tepat berada dipuncak passnya, sopir memberhentikan mobilnya sebentar untuk bercengkrama dengan kumpulan monyet liar yang terlihat jinak. Ditempat ini banyak gerombolan monyet dipinggir jalan menunggu ‘belas kasihan’ pengunjung memberikan makanan.

4
Sampai di pelabuhan bangsal tepat jam 11 siang, sopir mengarahkan kami untuk membeli tiket seharga 15 ribu perorang yang berada di pos penyebrangan. Antara rasa takut dan mencoba hal baru mulai berkecamuk di otak saya, ketika melihat perahu kayu yang akan membawa menyebrang untuk sampai ke Pulau Gili Trawangan. ada 3 pulau yang bisa dikunjungi dari penyebarangan Bangsal ini, yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno tetapi yang paling ramai dan sudah terkenal adalah Gili Trawangan.
Awan semakin Gelap diikuti angin yang kencang berhembus, padahal sebentar lagi kami akan naik perahu untuk menyeberang ke pulau Gili Trawangan. sesekali suara speaker memberitahukan kalau Perahu menuju Gili Trawangan masih kurang 5 orang untuk berangkat, entah berapa banyak penumpang yang diangkut sampai perahu ini bisa berangkat.
5Sebelum naik perahu, hujan sudah turun dan ombak sudah semakin besar. Dengan berdoa, saya mulai naik dan berangkat. Hujan semakin deras, ombak semakin besar dan perahu semakin kencang bergoyang, pada situasi seperti ini berdoa dan berdoa adalah obat penenang. Untunglah perahu berhasil sampai di Gili Trawangan, dan hujan pun sudah berhenti. Keindahan Pantai di Gili Trawangan ini sudah terlihat, pasir putih dan birunya air laut menarik cepat lengan saya untuk segera bergegas dari perahu dan berlari dipinggir panta. Suasana di Pulau ini begitu sunyi walaupun ditempat ini banyak turis luar sedang asyik berkumpul bersama teman-temanya, tetapi semua itu akan berubah pada malam hari, pesta pantai akan banyak anda lihat disepanjang pantai. Suasana di Pulau ini tidak berbeda jauh jika Anda pernah berkunjung dipantai-pantai yang ada di Bali, café-café di pinggir pantai, pasir putih yang bersih dan tidak ada pengemis dan pengamen disepanjang pantai membuat semua ini menjadi kenyamanan untuk para turis. Kelebihan dari pulau Gili Trawangan ini adalah garis pantainya yang panjang, air laur yang biru, apalagi jika matahari semakin terik menyinari air laut, maka saat ini adalah warna terbaik dari air laut berwarna biru kemudian diramu pasir putih, membuat semua itu menjadi lukisan terindah disetiap mata orang yang melihatnya.
Saya hanya 2 jam berada di Pulau ini, karena tujuan saya berada di Lombok adalah 2untuk membuktikan apa benar pantai Senggigi, dan Pantai di Gili Trawangan itu bagus seperti apa yang dibicarakan orang diberbagai media. Pantai di Gili Trawangan sudah mendapat nilai lebih dimata saya, selanjutnya saya bergegas dari Pulau ini dan berangkan menuju ke Pantai Sengigi. Sopir mengajak kami menuju Pantai Sengigi melewati Garis pantai melewati jalur pegunungan yang mempunyai jalan berkelok dan naik turun.
Tepat berada dijalan tertinggi, sopir meminggirkan mobilnya seperti banyak mobil lain yang sudah berhenti lebih dulu disepanjang jalan ini. Sopir mengatakan ini adalah jalur Malimbu, tepat berada dibawah sana adalah pantai Malimbu. Dari ketinggian ini kita bisa melihat gunung yang tinggi dan dibawahnya terdapat hamparan pantai berdampingan dengan pasir putih diantara hamparan pohon kelapa yang banyak tumbuh disepanjang area pantai. Sungguh pengalaman baru yang pernah saya lihat, dimana diantara gunung terdapat pantai dan banyaknya rimbunan pohon kelapa. Dan anehnya lagi pantai bersih ini masih sepi dan belum dijadikan sebagai objek wisata.
Tidak jauh dari Malimbu, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Pantai Sengigi. Saya tiba pukul 4 sore, Pantai Sengigi masih rame dengan pengunjung yang asyik mandi dipantainya sementara perahu nelayan sudah mulai bersandar setelah seharian mencari nafkah. Untuk masuk ke Pantai ini, pengunjung hanya dikenakan tariff seribu rupiah.
Pantai Sengigi beda dengan Gili Trawangan, pasir dipantai ini berwarna hitam tetapi mempunyai air yang jernih. Duduk dipantai dan bercengkrama dengan teman-teman sambil menunggu Matahari terbenam adalah waktu terbaik di pantai Sengigi ini. semburat jingga mulai menghiasi dilangit pantai, dihiasi perahu layar nelayan yang hilir mudik, saya pun mulai membidik sunset membuat foto siluet.
Menjelang tenggelamnya matahari adalah saat-saat terindah yang paling saya nanti ketika berada dipantai, pada saat seperti ini langit berubah menjadi jingga, bulatan besar matahari mulai memerah dan mulai turun kedalam laut hingga menghilang, saat seperti ini adalah saat paling romantis untuk  bercumbu dengan jingga dan berpelukan dengan malam yang mulai datang. Inilah Indonesia, keindahan luar biasa dan selalu kurindukan untuk terus mengelilingi setiap sudut keindahan negeri ini. cintai, lestarikan dan beritakan ke seluruh dunia jika Indonesia adalah Surganya Dunia.

Melihat Lebih Dekat Istana Siak

1231462_10202117281202360_2108482149_nHujan deras yang turun membasahi kota Pekanbaru membuat suhu udara menjadi dingin, namun Bandara Sultan Syarif Kasim II yang baru saja selesai dibangun ini membuat semuanya menjadi hangat.

Kedatangan ke Provinsi Riau menjadi perjalanan pertama saya ke kota makmur yang kaya akan hasil alamnya. Riau yang belakangan ini sedang heboh dibicarakan warga Singapura karena kiriman asapnya ini, merupakan salah satu provinsi paling banyak pohon sawitnya selain hasil bumi yang melimpah.

Kedatangan saya memang tidak sekedar untuk travelling, tapi ada pekerjaan yang harus dikelarkan sebelum berangkat ke Istana Siak yang sudah saya rencanakan sejak ada perintah berangkat ke Riau. Akhirnya 2 hari cepat berlalu, bosan dengan suasana kota Pekanbaru yang sudah dilewati selama dua hari,  saya memutuskan untuk pergi ke Istana Siak sekarang juga.1176239_10202117291362614_122719229_n

Siak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang dulunya merupakan pusat kesultanan Islam terbesar di Riau yaitu Siak Sri Indrapura. Warisan kebesarannya pun hingga kini masih nampak di berbagai sudut kota. Sejarahnya yang panjang telah meninggalkan warisan peradaban Melayu yang mengagumkan dan pantas dibanggakan Indonesia.

Untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3-4 jam dari kota Pekanbaru. Perjalanan panjang melewati ribuan hektare pohon sawit menjadi cerita terbaru untuk saya dalam menuliskan keindahan kota yang kaya dan makmur.

Yang menarik dan membuat saya bahagia, akhirnya saya berhasil melihat sungai Siak yang terkenal dan menjadi jalur transportasi yang dulu banyak digunakan oleh warga disini, sebelum adanya Jembatan Siak yang baru saja diresmikan Oleh Presiden SBY.

1175520_10202117285722473_2090286429_n3 jam berlalu, letih dan mual diperut terbayar sudah ketika melihat Istana Siak sudah Nampak di depan mata. Sejarahnya Istana ini bernama ” Istana Matahari Timur ” atau disebut juga Asserayah Hasyimiah atau ini dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman. Arsitektur bangunan merupakan gabungan antara arsitektur Melayu, Arab, Eropa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu Istana.

yang perlu Anda kunjungi jika berkunjung ke Kota ini, jangan lupa melihat Makan Raja Syarif Khasim yang terletak di pinggir Sungai Siak tidak jauh dari Istananya, bentuk bangunan makam yang berbentuk seperti masjid ini menjadi tempat menarik dan bagus untuk di Dokumentasikan.1184835_10202117292922653_1966006153_n

Belum ke Siak jika tida mencoba durennya, duren di Kota ini sangat luar biasa enaknya. Jadi sayang sekali jika berkunjung ke Provinsi Riau tidak mencoba semua itu, walaupun perjalanan singkat saya ini tidak berhasil mengunjungi tempat wisata lainnya yang ada di Riau yaitu Bono, namun saya sudah bersyukur bisa sampai ke Istana Siak.

Indonesia ini Indah selain mempunyai ribuan tempat wisata, Indonesia juga mempunyai ratusan peninggalan kerajaan yang tersebar di Seluruh penjuru Nusantara, serta ribuan sejarah yang harus tetap kita lestarikan.

Kunjungi dan jaga Aset besar wisata di negeri ini. AKu Cinta Indonesia.

(3-6 September 2013) Z

Pantai Di Bukit Kapur itu Bernama Pandawa

1235385_10202026996985311_1683938547_nBagi Anda yang sering berlibur ke Bali, mungkin sudah bosan dengan pantai Kuta, Sanur ataupun Dreamland, Tanah Lot, Tanjung Benoa. Tapi tahukah Anda, jika di sebenarnya di Bali banyak tempat wisata yang belum terekspose atau masuk dalam kategori hidden paradise, salah satunya adalah Pantai Pandawa.

1175748_10202026982064938_529916800_nMenurut informasi dan cerita dari beberapa orang yang pernah berkunjung ke Pantai Pandawa mengatakan, Pantai Pandawa terletak di Kuta selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Semula Pantai Pandawa dikenal sebagai Secret Beach, karena lokasinya tersembunyi di balik deretan perbukitan batu yang hanya ditumbuhi semak-belukar  dan sangat sulit untuk menuju kesana. Akses yang cukup cepat dapat melalui jalur Jimbaran atau  Universitas Udayana. Melalui Jalur dekat Fakultas Teknik Udayana dan akses terbaik kesana adalah menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi untuk menuju ke pantai ini. Karena belum ada Transportasi umum yang sampai ke tempat ini.

Keindahan Pantai Pandawa terkenal karena pasir pantainya yang putih dan halus, serta ombak pecah ditengah laut sebelum mencapai bibir pantai sehingga tidak berbahaya bagi pengunjung yang ingin mandi atau berjemur, selain itu adanya Bukit Kapur menjulang tinggi yang tidak ditemukan ditempat lain dan istimewanya Bukit Kapur ada yang terbelah dua sebagai masuk sebelum mencapai bibir pantai, membuat orang semakin penasaran termasuk saya.

1235136_10202026980464898_1881819691_nHari itu setelah bosan menikmati sunseat di Pantai Kuta, saya dan ketiga teman memutuskan kesana dengan menggunakan mobil pribadi sewaan hasil dari pertimbangan sulitnya medan dan jalur yang belum kami ketahui.

Dari Kuta letak penginapan saya, perjalanan menuju Pantai Pandawa dimulai menuju ke Jimbaran dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam, sampai dikawasan Kampus udayana kondisi jalan mulai berliku  naik turun dengan pemandangan bukit kapur yang banyak terhampar dikawasan ini, untungnya aspal sudah bagus. Jalan yang sudah bagus menuju Pantai Pandawa ini benar-benar telah memudahkan perjalanan kami.

Hari sudah semakin siang tanda-tanda Pantai Pandawa masih juga belum terlihat, hanya sesekali terlihat plang nama kecil untuk menunjukkan arah ke Pantai Pandawa. Setelah belok kiri jalanan masih mulus lurus sampai ada tikungan rada menanjak, terlihat papan petunjuk Pantai Pandawa belok kanan. Setelah belok kanan ini kita akan masuk jalanan sempit melewati perkebunan warga, Sampai akhirnya mobil melewati Bukit kapur yang dipangkas rapi dan ternyata ini adalah pintu masuk ke Pantai Pandawa. Yang menarik dari tempat ini adalah jalanan menuju lokasi membelah bukit kapur dan terdapat beberapa Patung Panca Pandawa yang dipahat didalam Bukit Kapur ini.

1146539_10202026983704979_524605187_nDari tempat tertinggi Bukit Kapur, Pantai Pandawa terlihat eksotis dari kilauan pasir dan air laut biru yang terhampar luas.  Tentu saja keindahan ini menarik saya untuk cepat-cepat sampai kebawah dan berlarian dipantai bersih dan sepi, perlu diketahui ditempat ini paling banyak wisatawan Asing dan itu tidak lebih dari 10 orang dibandingkan turis lokal yang bahkan tidak ada sama sekali kecuali saya dan ketiga teman. tiket masuk Pantai Pandawa cukup membayar Rp 2.000 per orang dan untuk turis asing dikenakan Rp 5.000.

Mata saya kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama birunya air laut dan putihnya pasir begitu indah menawan dan tidak terlihat sampah satu pun dipantainya. Suasana pantainya yang sepi dan tenang hanya ada beberapa bule yang berjemur, tidak ada pengamen, tidak ada pengunjung anak kecil sangat cocok sekali untuk berlibur dan menyegarkan otak dari padatnya rutinitas.

1238353_10202026985825032_829427952_nPantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut. Bermain pasir di Pantai Pandawa juga sangat menyenangkan, karena pasirnya sangat lembut. Untuk yang hoby surfing dan kano, Anda bisa memanfaatkan penyewaan yang disediakan ditempat ini. Untuk Anda yang malas dan hanya ingin berjemur, maka Anda bisa memanfaatkan payung dan kursi pantai yang disewakan sekitar Rp. 30.000,-.

Saya yang tidak percaya pantai seindah ini sangat sepi pengunjung hanya terdiam duduk diatas pasir dengan sesekali melihat bule yang sedang asyik berjemur ditengah teriknya Matahari. Keindahan Pantai Pandawa ini memang belum banyak diketahui orang dan masih sangat alami untuk Anda yang ingin berlibur jauh dari keramaian, dan saya selalu berharap kerahasian Pantai ini terus terjaga sehingga tidak banyak orang yang mengetahui dan tetap terjaga keindahannya.

539090_10202026984985011_277136834_n

 

Hidden Paradise In Banten

Pantai Tanjung Layar

Pantai Tanjung Layar

Banten adalah Provinsi termuda di Indonesia yang baru saja memisahkan diri dari Jawa Barat pada tahun 2010. Tahukah Anda, di Banten ada tempat wisata tersembunyi dengan keindahan yang belum terjamah.

Ada banyak tempat wisata yang selama ini menjadi andalan dan sudah dikenal khalayak banyak di banten, salah satunya adalah Pantai Anyer, Carita dan Pantai Karang Bolong. Tapi tahukah Anda jika di kawasan Lebak – Banten, tepatnya di Desa Sawarna terdapat tempat wisata yang tidak terkenal oleh turis Domestik, tetapi sudah terkenal di turis Luar Negeri yang bernama Sawarna.

Sawarna merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Panorama keindahan alam di Desa ini cukup menawan, terutama pantainya. Objek wisata ini paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari mancanegara. Miris memang, kita sebagai tuan rumah belum pernah mendengarnya, justru Turis Mancanegara yang lebih dulu mengetahui dari kita, itu terlihat dari banyaknya bule yang berselancar dipantainya.

Tempat wisata di Sawarna merupakan satu dari sekian banyak tempat di Indonesia berlabel Hidden Paradise yang belum tersentuh oleh industri Pariwisata Pemerintah, hanya warga setempat yang memanfaatkan.

Jalan raya menuju tempat wisata ini sudah memadai, sepanjang jalan kita akan disuguhkan pemadangan Pantai dengan pasirnya yang putih, belum lagi rimbunan hutan karet dan hutan tropis sebelum benar-benar masuk ke dalam area Pantai.

2Untuk bisa mencapai ke desa Sawarna dari Jakarta bisa melalui Serang menuju Malimping hingga memasuki kawasan kabupaten Lebak tepatnya di terminal Bayah atau bisa juga melalui sukabumi. Dari Jakarta kita bisa menempuh waktu sekitar  9 Jam. Dari terminal Bayah Anda bisa melihat penunjuk jalan yang mengarahkan ke Desa Sawarna.

Mulai dari terminal Bayah, mata kita akan disuguhkan dengan pemandangan pantai  di sisi kanan, dan bukit-bukit kecil dengan hamparan sawah nan hijau di sisi kiri pada setiap jalan yang kita lewati, sebelum mencapai desa sawarna.

Ada beberapa tempat istimewa berlabel hidden Paradise di sawarna, yaitu Karang Taraje, Pulau Manuk dan Tanjung Layar.

1. Karang Taraje

Karang Taraje adalah pantai pertama yang akan kita temui jika berangkat Via Serang.412664_3847920685338_1540855525_o

Objek wisata Karang Taraje, lokasinya sekitar 4 kilometer dari pusat kota Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Karang Taraje adalah pantai karang dengan bentangan karang yang besar dan luas di sepanjang pantai Laguna Pari hingga Pantai Sepang/Cikoromong. Dinamakan Karang Taraje karena pada suatu titik kami harus menaiki sebuah Taraje (tangga – bahasa Sunda; red)

Hamparan karang sesekali terlihat di permukaan saat ombak kembali ke lautan. Semakin siang, puncak-puncak karang akan semakin jelas terlihat dan menyerupai trap atau undak-undak. Oleh karena itu, kawasan pantai sekitar 4 kilometer ini dinamai Karang Taraje.

Di Karang Taraje kita juga akan menemukan beberapa cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela-sela karang. Cekungan/kolam tersebut berisi air dan ikan, Tidak heran banyak penduduk lokal yang senang menjadikan Karang Taraje sebagai tujuan untuk memancing.

2. Pulau Manuk

Pasir Putih di Pulau Manuk

Pasir Putih di Pulau Manuk

Setelah melewati Karang Taraje, Anda akan menemukan Pulau Manuk yang terletak tidak jauh dari Karang Taraje.  Jika di Pantai karang Taraje bibir Pantainya dipenuhi karang, maka di Pulau Manuk ini kebalikannya. Sepanjang bibir pantai dipenuhi pasir putih yang terhampar luas, bersih dan sepi dari para wisatawan atau pun warga setempat. Tidak jauh dari pinggir pantainya terdapat Pulau kecil yang diberi nama Pulau Manuk (Pulau Burung).

Kondisi pantai yang berpasir putih tanpa karang, landai dengan ombak yang tenang sangat aman untuk berenang maupun berselancar, serta warna air laut yang biru bersih semakin mengundang kita untuk bermain bersama airnya.

Ditempat ini Anda tidak akan menemukan penjual Accesories atau penjaja makanan lainnya, karena Pantai ini salah satu pantai yang belum dijadikan tempat wisata resmi oleh PEMDA setempat atau istilahnya masih wisata liar, sehingga tidak dikenakan retribusi untuk masuk.

3. Pantai Sawarna

3Pantai Sawarna sebagai objek wisata andalan berjarak ± 1 (satu) kilometer dari jembatan gantung, yang akan kita temukan setelah melewati hutan dan jalanan yang berkelok dan menurun. Menuju pantai ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan motor. Hal ini dikarenakan ukuran jembatan gantung yang kecil dan hanya memiliki lebar 1 (satu) meter. Pantai Sawarna adalah pantai pasir putih sebagaimana tipikal pantai-pantai di Jawa pada umumnya.

Sebelum mencapai Pantainya, sepanjang perjalanan mata kita akan disuguhkan tanaman kacang dan sawah penduduk setempat, yang terdapat di kanan kiri jalan setapak yang akan kita lalui, sedangkan kurang lebih 500 meter di depan sana terlihat luasnya laut yang terlihat seperti menyambut kedatangan kita dengan ramah.

Disekitaran Pantai Sawarna ini terdapat Pantai tanjung layar.  Dinamakan Tanjung Layar karena terdapat dua bukit mirip Layar Kapal di tengah Pantainya. Untuk mendekati Bukitnya tidak sulit, karena airnya dangkal dan banyak karang yang bisa membantu untuk mendekat, ettapi Anda jangan coba-coba untuk berenang melewati batas karang seperti tembok yang menghalangi ombak untuk ke pinggir.

deburan Ombak di tanjung layar

deburan Ombak di tanjung layar

Pemandangan menarik dan tidak terdapat ditempat lain ada di belakang dua bukit tersebut. Dari dekat bukit kita berdiri akan terlihat hempasan Ombak yang membentuk karang setinggi 3 meter lebih. Setiap deburan Ombak yang membentur karang, akan berhamburan ke atas seperti letusan gunung merapi, dan menghempaskan air yang terbawa angin menghampiri wajah. Sungguh sangat menakjubkan.
Sawarna dengan keramah tamahan penduduknya serta keindahan pantai yang begitu mempesona, tidak akan pernah terlupakan untuk selamanya. Aku Cinta Indonesia, dan berjanji akan terus mengelilingi tempat indah lainnya disudut Nusantara ini.

<a href=”http://microsite.detik.com/minisite/sevenwondersblog/&#8221; target=”_blank”>
<img src=”http://o.detik.com/images/odetik_images/blogdetik-sevenwonders.gif&#8221; />
</a>